Presiden Soekarno dan Supersemar

Respons: 7 komentar

Berdasarkan versi resmi buku teks sejarah berikut ini adalah kronologis keluarnya supersemar pada tanggal 11 Maret 1966 :
  1. Presiden Soekarno mengadakan sidang pelantikan Kabinet Dwikora yang disempurnakan yang dikenal dengan nama "kabinet 100 menteri". Pada saat sidang dimulai, Brigadir Jendral Sabur sebagai panglima pasukan pengawal presiden' Tjakrabirawa melaporkan bahwa banyak "pasukan liar" atau "pasukan tak dikenal" yang belakangan diketahui adalah Pasukan Kostrad dibawah pimpinan Mayor Jendral Kemal Idris yang bertugas menahan orang-orang yang berada di Kabinet yang diduga terlibat G-30-S di antaranya adalah Wakil Perdana Menteri I Soebandrio.
  2. Berdasarkan laporan tersebut, Presiden bersama Wakil perdana Menteri I Soebandrio dan Wakil Perdana Menteri III Chaerul Saleh berangkat ke Bogor dengan helikopter yang sudah disiapkan. Sementara Sidang akhirnya ditutup oleh Wakil Perdana Menteri II Dr.J. Leimena yang kemudian menyusul ke Bogor. 
  3. Situasi ini dilaporkan kepada Mayor Jendral Soeharto sebagai Panglima Angkatan Darat menggantikan Letnan Jendral Ahmad Yani yang telah gugur pada peristiwa G-30-S/PKI. Mayor Jendral (Mayjend) Soeharto saat itu tidak menghadiri sidang kabinet karena alasan sakit. 
  4. Mayor Jendral Soeharto mengutus tiga orang perwira tinggi (AD) ke Bogor menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor yakni Brigadir Jendral M. Jusuf, Brigadir Jendral Amirmachmud dan Brigadir Jendral Basuki Rahmat. 
  5. Setibanya di Istana Bogor malam hari, terjadi pembicaraan antara tiga perwira tinggi AD dengan Presiden Soekarno mengenai situasi yang terjadi dan ketiga perwira tersebut menyatakan bahwa Mayjend Soeharto mampu mengendalikan situasi dan memulihkan keamanan bila diberikan surat tugas atau surat kuasa yang memberikan kewenangan kepadanya untuk mengambil tindakan. Menurut Jendral (purn) M Jusuf, pembicaraan dengan Presiden Soekarno hingga pukul 20.30 malam. 
  6. Presiden Soekarno setuju dan dibuatlah surat perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah Sebelas Maret yang populer dikenal sebagai Supersemar yang ditujukan kepada Mayjend Soeharto selaku panglima Angkatan Darat untuk mengambil tindakan yang perlu untuk memulihkan keamanan dan ketertiban. 


Artikel Terkait :






7 comments:

  1. Bapak bangsa Ir.SOEKARNO "PUTRA SANG FAJAR" pemimpin bangsa indonesia yg belum bisa tergantikan sampai kapan pun, kami rindu pemimpin seperti bapak, tegas, lugas, berwibawa, mengangkat harkat dan martabat bangsa di depan bangsa" lain di dunia, ini semua akibat iblis soeharto sang diktator licik, budaya korupsi adalah warisan sang penjilat anjing soeharto

    ReplyDelete
  2. Ente salah bos, seharusnya ente tau diri PAK SOEHARTO rela ngutang demi rakyatnya ente kalo gak tau ga usah maen fitnah atau banyak bacot kayak ente yang gak tau apa apa

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. yah malah kliru boss,utang suharto hanya rekaysa bos.buktinya tuh emas freepot di ambil alih kluarga cendana.kalo tuh gunung emas masih d ambil alih Ir.soekarno hutang indonesia bersih boss.
    buktinya aja harto d turunin ama mahasiswa kena batu nya ndiri kan waktu dia nurunin Ir.soekarno gara2 PKI.

    ReplyDelete
  6. Supersemar adalah kebohongan sejarah yang licik, hasil rekayasa dan konspirasi rezim orde baru yg di pimpin soeharto, untuk mengambil alih kepemimpinan dari Presiden Soekarno.

    ReplyDelete
  7. Ketahuilah hingga saat ini kami sangat yakin Jika Soekarno sedang menempati tempat yang paling mulia di sisi ALLAH SWT, sedangkan Soeharto menempati tempat yang paling dihinakan oleh ALLAH SWT. Adapun dosa yang menjadikan Soeharto dihinakan Oleh ALLAH SWT adalah Dosa-dosa besar SOEHARTO yaitu karena kebohongannya antara lain masalah sejarah bangsa ini yang sengaja ia belokkan untuk kepentingan dirinya dan rezimnya, yang pertama masalah Super Semar ternyata terbukti SOHARTO berbohong, yang kedua kebohongan atas keadaan yang dialami oleh para pahlawan Revolusi yang ternyata digambarkan bertolak belakang dengan fakta yang sebenarnya dari hasil Visum dokter yang melakukan pemeriksaan jenazah sehingga dijadikan alasan untuk melakukan tindakan yang melampaui batas-batas kemanusiaan dan menyebabkan masyarakat bangsa terprovokasi melakukan tindakan yang tidak benar dan biadab, yang ketiga melakukan pembiaran atas pembantaian/genosida pasca 30 sept 1965 terhadap bangsanya sendiri yang "dianggap" PKI tanpa melaui proses hukum padahal dia seharusnya bisa mencegahnya, yang ketiga menghukum orang atau siapa saja tanpa proses peradilan dengan memangkas hak-hak orang yang dianggap keluarga dan terkait PKI tanpa melalui proses peradilan yang benar, jujur dan adil, yang keempat melakukan pembiaran dan tidak melakukan pencegahan terhadap keluarga dan kroni-kroninya yang melakukan KKN, yang kelima bertanggung jawab atas pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di zamannya mulai PETRUS (penembakan Misterius), Kasus Tanjung priok, Kasus lampung, pembunuhan aktivis buruh 'MARSINAH", pembantaian Tengku Bantaqiah, kasus pembantaian Santa cruz dll dan kesalahan besarnya yang lain adalah perlakuannya terhadap SANG PEMIMPIN BESAR REVOLUSI/PROKLAMATOR S O E K A R N O, dan yang terakhir tidak pernah adanya permintaan maaf baik oleh Soeharto sendiri atau keluarganya terhadap semua orang warga bangsa Indonesia yang pernah dizholimi olehnya. Maka dari itu saya mengajak kepada saudara-saudara yang lain untuk memohon kepada ALLAH SWT semoga dosa dan kesalahannya tersebut dapat diampuni.

    ReplyDelete

Copyright © Sejarah Presiden RI Pertama - Ir. Soekarno

Sponsored By: GratisDesigned By: Habib Blog